Print This Post Print This Post
Bulan Muharam, Suro, Antara Ibadah, Adat, dan Tradisi

Bulan Muharam, Suro, Antara Ibadah, Adat, dan Tradisi

1 Muharam merupakan awal tahun baru Hijriyah (kalender Islam), dimana awal tahun kalender ini adalah peristiwa hijrahnya nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah (622 M).  Sebetulnya awal digunakannya patokan penanggalan ini dimulai pada saat pemerintahan khalifah Umar bin Khatab.
Dalam bulan Muharam ini terdapat hari Asyura yaitu pada tanggal 10 Muharam. Ada kejadian yang luar biasa di hari Asyura ini yang melatar belakangi d sunahkan oleh Nabi Muhamad agar umatnya berpuasa.

Puasa pada hari Asyura aku berharap pada Allah agar menghapuskan dosa-dosa tahun sebelumnya.” (HR Muslim no 1162)

Hari Asyura hari kesepuluh di bulan Muharam, dimana pada hari ini telah terjadi peristiwa yang sangat besar yaitu ditenggelamkannya Fir’aun beserta kaumnya dan ditolongnya Nabi Musa AS beserta kaumnya. Hari itu adalah hari dimenangkannya Al Haq dan dihancurkannya kebathilan, pada hari itu juga Nabi Musa AS berpuasa sebagai tanda syukur kepada Allah SWT.

Al Imam Al Bukhari (No 1902) dan Al Imam Muslim (No 1132) meriwayatkan di dalam shahih mereka dari Abdullah bin Abbas radiyallahu ‘anhuma, ia berkata,

Bahkan puasa Asyura pada awalnya diwajibkan oleh Rasulullah sebelum diwajibkannya puasa Ramadhan maka dihapuslah kewajiban puasa Asyura dengan kewajiban puasa Ramadhan dan ditetapkanlah puasa Asyura sebagai puasa yang mustahab / sunnah.

Secara lengkapnya tentang apa yang terjadi di hari Asyura (10 Muharam), berikut hasil baca2 dari berbagai sumber setahun yang lalu.

Hari Asyura adalah, hari dimana:
1.   Diciptakan Arasy, Kursi, langit, matahari, bulan, bintang-bintang.
2.   Diciptakan Nabi Adam
3.   Dimasukkan Adam a.s ke dalam syurga.
4.   Diterima taubat Nabi Adam a.s.
5.   Hari kelahiran Nabi Ibrahim
6.   Hari bebasnya Nabi Ibrahim dari bahaya unggun api Raja Namrud
7.   Hari kemenangan Nabi Musa dan pengikutnya
8.   Tenggelamnya Fir’aun
9.   Hari kelahiran Nabi Isa
10. Hari Nabi Isa diangkat ke langit
11.  Nabi Idris diangkat ke tempat yang mulia
12. Nabi Nuh selamat mendaratkan kapalnya di atas bukit Judy
13.  Nabi Sulaiman mendapat kerajaan luar biasa
14.  Nabi Yunus keluar dengan selamat dari dalam perut ikan Nun
15.  Nabi Yaakub yang buta dapat melihat semula
16.  Nabi Yusuf dikeluarkan dari telaga buta
17.  Nabi Ayub sembuh dari penyakit yang mengancam jiwa
18.  Hujan yang pertama turun dari langit ke bumi
19. Terbunuhnya Sayyidina Husein (cucu Nabi) di Karbala’.

Sedangkan 1 Suro menurut kalender Jawa merupakan penanggalan sejak jaman Sultan Agung (awal penyebaran Islam di Jawa) yang merujuk pada penanggalan Hijriyah
Karena pada waktu itu Islam masih baru dan mayoritas masih beragaman Hindu, maka Sultan Agung masih mengikutkan unsur tradisi Hindu dipadukan dengan Islam untuk menarik rakyatnya masuk Islam.

Tapi sepertinya jaman sudah berubah ritual tradisi yang sedikit aneh masih berlaku juga.
Masyarakat Jawa ketika datang malam tahun baru Jawa (1 Suro) yang bertepatan dengan tahun baru hijriyah (1 Muharam) banyak yang melakukan ritual-ritual khusus.

Larung sesaji, jamasan pusaka, berendam di sumber air, atau ritual seperti yang terjadi di sekitar kraton Yogyakarta ini.
Abdi dalem kraton bersama dengan masyarakat sekitar yang jumlahnya sangat banyak (seribu kali ada ya…) melakukan ritual jalan mengitari benteng kraton Yogyakarta yang jaraknya cukup lumayan juga. Bahkan terlihat seorang bapak sangat tua berpakaian lusuh, rambut panjang berantakan, tanpa alas kaki walau terengah-engah tetap berjalan dengan semangatnya.
Menurut cerita ritual mengelilingi benteng keraton ini dibarengi tapa bisu. Tapi semalam aneh, ada beberapa ibu-ibu yang jalan sambil ngobrol (atau bergosip ya…)  dengan ibu yang lain serombongan.
Yang menggelikan lagi ritual yang katanya sakral diikuti pemuda-pemuda yang ditelinganya terpasang earphone dari mp3 :D juga ada yang sibuk sms an.
Belum lagi yang tampak seperti hendak olah raga malam menggunakan sepatu sport (konon kabarnya ritual ini yang benar ya ga pake alas kaki)

Adat dan tradisi Jawa yang merupakan ibadah warisan nenek moyang yang berbau tradisi hindu jaman dulu sepertinya tirakat atau usaha untuk mendekatkan diri dan memohon berkah dari yang Kuasa (inti ibadah semuanya begitu kan ? )
Tapi jaman sudah berubah, makna tradisi yang berlaku jaman dahulu sudah tergerus jaman. Sekarang jaman mp3, jaman HP, jaman teknologi, akankah tradisi ini akan bisa bertahan di masa yang akan datang?

Aku sih lebih memandang sebagai tradisi yang ada di sekitarku, unik, dan sepertinya sakral walaupun aku ga mengikuti ritual seperti ini tapi aku menghargai apa yang dilakukan para pelestari adat dan tradisi.

*photo diambil semalam di seberang pojok beteng kraton Yogyakarta


Read in another language :   by Google Translate

See also:

20 Comments »

  1. avatar comment-top

    PErtamax kah?
    Benarkah trdisi ini?
    APa ini ngga mulai mengkhawatirkan?
    terlalu berbau syirik….?
    tapi memang usaha yang sulit untuk merubah indonesia bebas dari dunia syirik… tapi saya yakin ini bisa…

    Suro ga bisa dipisahkan dari tradisi “Jawa” yang sudah turun temurun dan itulah yang dinamakan “tradisi Jawa” (tradisi jawa ada jauh sebelum Islam masuk Indonesia, perlu diingat Islam bukan ajaran yang berasal dari Indonesia lho.. ) sedangkan konteks syirik itu ada dalam ajaran agama Islam, sebetulnya jangan dicampur adukkan yang nantinya bisa jadi menjurus SARA. Di Indonesia sendiri ada beberapa agama dan aliran kepercayaan termasuk di dalamnya KEJAWEN. Nah sebagai umat muslim mestinya kita ga perlu terlalu bilang yang cenderung radikal, cukup saling mengingatkan sesama umat dan tidak menghina kepercayaan orang lain. Nabi pun dulu juga ga pernah menghina agama lain kok
    Lakum Dinukum Waliyadiin.. :)
    Monday, 29 December 2008 14:29:10
    comment-bottom
  2. avatar comment-top

    klau yang suro ne baru dengerrr.. biasanya lewat pelm ajahhh…

    kalo orang jawa pasti familiar dengan suro ini :D
    Monday, 29 December 2008 17:58:16
    comment-bottom
  3. avatar comment-top

    jaman sekarang mah anak muda tidak terlalu peduli ma ‘adat’ budayanya sendiri … mereka lebih senang dengan budaya modern ketimbang budaya yg terkesan ‘katrok’

    yg paling menyedihkan malahan mereka yg statusnya agama islam lebih senang mengikutin malan taun baru masehi ketimbang taun baru hijriyah … sedangkan statusnya taun baru masehi?

    budaya modern tuh budaya barat, jepang, korea,taiwan kaya di film2 ya :D , tahun masehi kan bawaan dari barat juga dulu :D
    Monday, 29 December 2008 17:58:57
    comment-bottom
  4. avatar comment-top

    dulunya sih mungkin salah satu cara untuk menyebarkan agama islam dengan memasukan ke budaya dan unsur2 kepercayaan yg ada waktu itu,karena klo murni agama sangat sulit diterima,cuman masalah ampe sekarang masih di yakini itu bener po salah,yo tergantung dari sisi mana memandang sih,klo dianggap budaya bangsa yg sifatnya warisan aku rasa fine2 aje,,tapi klo dianggap mempunyai kekuatan khusus yg pastinya diluar agama,mungkin kurang tepat juga sihh…hmmm.malah jadi bingung akunya,,,hehehe

    sepertinya sih ujung2 nya mengharap berkah dari yang Kuasa tapi ga tau juga ritualnya njlimet gitu kalo wong jowo hehehe
    Monday, 29 December 2008 23:30:00
    comment-bottom
  5. avatar comment-top

    BTW,,mba lala kok mirip jaenap pacarnya si doel ya??apa sodaraan mba?

    sodara kalo diurutin sampe bapak adam dan ibu hawa :D
    Monday, 29 December 2008 23:31:10
    comment-bottom
  6. avatar comment-top

    subhanallah aka apa saja yg telah terjadi dihari asyura
    dan cukup memprihatinkan k-lo generasi penerus bangsa ini melupakan adat N tradisi padahal kita cukup kaya akan hal itu

    :)
    Tuesday, 30 December 2008 14:03:07
    comment-bottom
  7. avatar comment-top

    Akemashite omedetou gozaimasu.

    Yoi otoshi o omukae kudasai.

    maksudnya: met tahun baru, semoga tahun baruanya

    menyenangkan :)

    selamat tahun baru juga :)
    Tuesday, 30 December 2008 14:01:23
    comment-bottom
  8. avatar comment-top

    pas banget.
    semalem habis bahas ini sama blogger ngawi.
    mengapa bulan suro sakral?”

    nanti tak mampir mas :)
    Tuesday, 30 December 2008 14:00:35
    comment-bottom
  9. avatar comment-top

    Yang sering di peringati di kampungku dulu yaitu bubur’an suro….:-D

    iya betul, pernah dengar juga bubur suro, maklum wong jowo tapi kurang njawani ga ikut ritual2 yang seperti itu hehehe
    Tuesday, 30 December 2008 13:58:12
    comment-bottom
  10. avatar comment-top

    assalamu’alaykum wr wb

    subhanallah,ternyata ga sekedar tanggalan yang biasa ya mba’,banyak kisah yang berarti dari tanggal 10 muharram itu..

    selamat tahun baru islam 1430 hijriah
    semoga di tahun ini kita bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi dihadapan Allah swt

    amiin ya Allah

    amin
    Tuesday, 30 December 2008 13:56:44
    comment-bottom
  11. avatar comment-top

    Ehm, sedikit menambahkan ttg puasa 10 Muharram itu. Riwayatnya, Rasul bertanya kepada penduduk di suatu perkampungan Yahudi tentang puasa apa yg mereka lakukan itu. Kemudian mereka pun menjawab bahwa pada hari itu (10 Muharram) Allah telah…. (sama seperti penjelasan di post ini)

    Kemudian, setelah itu Rasul pun menyuruh para sahabat utk berpuasa. Kemudian, ada salah seorang sahabat yang bertanya ke rasul, “Ya rasul, bukankah puasa 10 Muharram itu dilakukan oleh kaum Yahudi sementara kita harus menyelesihi mereka?”

    Rasul menjawab, “Insya Allah tahun depan kita berpuasa tanggal 9 dan 10 Muharram!”

    Tapi rasul tidak sempat melakukan puasa 9 dan 10 Muharram karena dipanggil terlebih dahulu oleh-Nya.

    Kesimpulannya, puasa kita tanggal 9 dan 10 Muharram. Wallahu ‘alam… ;)

    iya betul banget bagian itu memang ga diikutkan buat mempersingkat :D dan ada yang menambahkan lagi puasa setelah tanggal 10 jadi 3 hari 9,10,dan 11, thanks koreksinya :)
    Tuesday, 30 December 2008 13:54:05
    comment-bottom
  12. avatar comment-top

    dulu pas ngekost..kebetulan depan kost ada paguyuban apaaa gitu *lupa namanya*

    paguyuban itu rajin banget ikut serta acara2 kayak gituan…kayak 1 suro itu

    kadang sering ngeliat dari lantai atas….dan karena tiap taon diadakan…jadinya bukan acaranya lagi yg diliat…tapi makhluk2 maniezt ciptaan Tuhan yang di cari (rofl)

    met taon baru 1430 h mbak :D

    doh malah makhluk manis yang dicari
    Tuesday, 30 December 2008 20:22:34
    comment-bottom
  13. avatar comment-top

    met taon baru ya mbak

    met tahun baru juga :)
    Friday, 02 January 2009 12:54:24
    comment-bottom
  14. avatar comment-top

    kalo saya mandi di hari suro aja :D

    berarti di hari lain ga mandi ya mas? :D
    Friday, 02 January 2009 13:00:40
    comment-bottom
  15. avatar comment-top

    Happy new year 2009 mbak :D

    selamat menjalani hidup di tahun yang sudah berganti ini :)
    Friday, 02 January 2009 13:04:17
    comment-bottom
  16. avatar comment-top

    akhi uhti, semoga Allah merahmati kita semuanya,setiap budaya yang bertentangan degan islam maka hendaknya kita tinggalkan, terlebih yang sudah sampai menjerumus kpd kesyirikan, yaitu????? ??? ???? ?? ???? ???? ?? ?? ????? ????(menyamakan allah dengan selainnya dalam hal2 yang husus bagi Allah,) kita bisa lihat dlm ritual perayaan 1suroP banyak disana penyaman hak selain Allah dg Allah dalm hal2 yang husus yang hanya di berikan untuk Allah, seperti persembahan nglarung dg mmpersembahkan kepala kerbau,akhi uhti, padahal ALLAH telah berfirman?? ?? ??????? ????? ????? ? ????? ??? ?? ???????? ?? ???????

    comment-bottom
  17. avatar comment-top

    wow postingan yg keren mbak…bermanfaat bgt :lol: met tahun baru :)

    comment-bottom
  18. avatar comment-top

    enjoy the new years 2010 :)

    comment-bottom
  19. avatar comment-top

    nice info mbak :) mari kita meriahkan tahun ini dgn berbagi :) slamat tahun baru

    comment-bottom
  20. avatar comment-top

    smoga tahun ini perdamaian ini menjadi tahun perdamaian :) slamat tahun baru

    comment-bottom

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment