Print This Post
Karnaval atau pawai akbar (katanya) yang digembar gemborkan ke masyarakat dengan tema Celebration Of Cultural Unity, sungguh tidak seheboh apa yang dibayangkan. Pawai akbar dalam rangka rangkaian peringatan Ulang Tahun kota Yogyakarta dengan memasang media promo spanduk, baliho, umbul-umbul yang meriah tentu menciptakan kesan “wah” bagi yang melihatnya.
Akupun sempat berpikir hal yang sama dan penasaran bagaimana sih pawai akbar ini.
Usai sholat Maghrib aku dan hubby meluncur dengan tujuan Malioboro, sekitar kurang dari jam 6 sore pasar kembang sudah ditutup dan kendaraan dilarang masuk. Akhirnya memutar lewat jalan Mangkubumi dan berhasil masuk ke area Malioboro dengan menunjukkan KTP Bup yang masih memiliki KTP Maliob
oro (alasan mau pulang).
Masuk kawasan Malioboro masih jam 18.10 an sekitar itu pokoknya, masyarakat Yogya dan sekitarnya sudah berkumpul dan benar-benar full manusia yang antusias menunggu melihat seperti apa karnawal atau pawai yang dibilang akbar (alias gede)
30 menit, 1 jam mereka masih sabar menunggu. 2 jam kemudian dari saat aku masuk kawasan malioboro, acara yang dipusatkan di alun-alun baru dimulai dengan acara sambutan berbagai pihak yang lumayan lama.
Para anak kecil yang juga ikut antusias menunggu karnaval mulai mengantuk agak terhibur. Dalam gambaran para Ibu yang membawa anak-anaknya dan apa yang mereka katakan hampir seragam “tunggu sebentar lagi sudah akan dimulai”
Dan memang benar acara parade budaya dimulai setelah acara bermacam sambutan.
Sayangnya menunggu 1 jam sesudah sambutan-sambutan usai pawai tak kunjung nampak.
Waktu semakin malam, anak-anak mulai makin mengantuk bahkan ada yang tertidur di pangkuan ibunya.
Lewat jam 9 malam, pawai pun masih belum muncul.
Akhirnya satu persatu…mereka pulang, sirna sudah keinginan untuk melihat pawai akbar (katanya) karena terlalu menunggu lama.
Jelang jam 10 malam pawai baru sampai di depan DPRD dan hotel
Garuda dan… OMG hanya begini ?
Para peserta pawai pun sudah tak terlalu bersemangat, mungkin mereka letih juga menunggu acara yang molor dan lama karena wajah mereka sudah tampak letih.
Peserta pawai yang mengenakan kostum korea pun sudah tidak perform menabuh alat musiknya. Mereka hanya berjalan santai biasa sambil melambaikan tangan dan tersenyum.
Disusul mobil hias dengan patung burung garuda besar berada di bagian depan mobil dengan isi
tokoh-tokoh cerita Ramayana rama, sinta, hanoman, dan teman-temannya (banyak teman-teman si hanoman warna-warni
) Kemudian disusul peserta-peserta lainnya yang tidak ada heboh-hebohnya.
Parade bidadari yang entah bidadari dari mana juga tidak jelas, yang sampai di depan kantor DPRD tempatku berada sudah tidak menari-nari dengan sayap ungu pinknya.
Begitu juga dengan para abg yang menari tarian apa juga tidak jelas, sepertinya tarian modern dengan iringan gamelan gaul yang lagunya diulang-ulang, salah satunya musik milik David Foster digubah dengan menggunakan musik gamelan yang hasilnya lumayan juga sih.
Agus Ringgo sebagai icon produk Esia muncul bersama mobil Esia, sponsor terbesar acara ini, diikuti oleh crew Esia lainnya di belakang mobil.
Ada pula rombongan gadis-gadis berbusana adat Thailand berwarna keemasan, mereka tidak lagi menari atau memang sejak dari akun-alun Utara mereka juga tidak menari, entahlah..
Yang pasti mereka sibuk tersenyum dan photo bersama diabadikan olehpara pengunjung yang sibuk memotret mereka.
Mungkin lebih baik beberapa gambar yang bercerita untuk bisa mengetahui suasananya, walaupun sangat sulit untuk mengambil gambar pada saat itu. Jadinya ya sekenanya aja deh
Tapi sungguh bagiku acara itu sangat mengecewakan tidak seperti yang dibayangkan “wah” nya, dan mungkin pengunjung yang memutuskan pulang sebelum menonton juga lebih kecewa, bahkan mereka kabarnya ada yang sudah menunggu datang ke Malioboro dari jam 3 sore lho…
RSS feed for comments on this post. TrackBack URL
October 26th, 2008 at 1:34 pm
lha kamu nya mana
October 26th, 2008 at 1:40 pm
Jogja Kayak Gitu ???????? Wah wah … Hasratku untuk Maen Ke Jogja Semakin Menggebu Gebu … Hiks Hiks …
October 26th, 2008 at 3:32 pm
kak…kok nggak online yach…..kapan2 ikut satu….
October 26th, 2008 at 5:21 pm
Untung td malam aku gak jd nekad masuk Malioboro hehe.. pdhal aku dah nyampe hotel Garuda loh mbak.. Aku paksa suami utk masuk ke Malioboro, untungnya dia gak mau. Andai mau.. ikutan kecewa ‘kali ya…
October 26th, 2008 at 5:57 pm
mayan rame juga tuhhh
October 27th, 2008 at 9:47 am
Wah, rame banget ya karnavalnya.
October 27th, 2008 at 11:07 am
Lumayanlah buat iseng doang dari pada diem di rumah……heheheheh
October 27th, 2008 at 12:04 pm
katanya Maudy Koesnaedi dateng juga ya, tapi
potonyanya kok ga ada sih?
October 27th, 2008 at 12:40 pm
waktu kos di yk dulu kayaknya belum ada ya? duh ..ada bidadarinya deh. turun dari andong ya? he2
October 27th, 2008 at 1:43 pm
wow!
tapi keliatannya rame sekali kok Jogja Java Carnavalnya La.. ck ck ck..
October 27th, 2008 at 2:49 pm
wa…seru juga… hiks..saia gak isa datang kesana…
October 28th, 2008 at 12:21 pm
aha…
‘ngaret’ itu yang menyebalkan!!!!!
seringkali membuat semuanya jadi berantakan
uhhmm…
maliboro…jadi kangen
October 28th, 2008 at 4:29 pm
rame tenan, cuma bisa liat dr TVRI tapi koq kmaren gak ada penampakan mbalala yak masuk tipi hihihi
October 28th, 2008 at 8:12 pm
waaa… untung dirimu nonton di sekitaran situ, klo di depan gedung agung (kayak aku), fyuhh… nggak pingsan aja udah syukur alhamdulillah.
benar2 kacau deh acaranya *kuciwa beyatt*
eh2, salam kenal yah… en makasih udah main2 ke blogku
October 30th, 2008 at 12:27 am
karnaval-nya lumayan mengasikkan. tapi seremonial-nya itu yang membosankan…
November 3rd, 2008 at 10:38 am
wahhh…. aku gak nonton. gak bisa masuk ke malioboro???
November 5th, 2008 at 9:20 pm
Yang bikin seru, mungkin cuma ringgo aja kali? Ato malah pnontonx yg seru2an diri, wekekek..
Aq aja nonton dr tipi di rmh uda bs ngebayangin, gmn semrawutx JJC.. Mana kamera tvrix jg entah kmana nyorotx, trus mc panggung ama presenter tv pada tubrukan ngomongx..
Wis, ya beginilah kalo ide BESAR tapi pelaksanaan ZERO…
June 10th, 2009 at 10:43 am
jogja kadang pengen kangen juga, meskipun baru sekli ksana…
pengen maen ke jogja lagi ah…
jogja here i come..