Print This Post Print This Post
Lagi-Lagi si “DIA” Ikut Campur

Lagi-Lagi si “DIA” Ikut Campur

Sarapan pagiku hari ini dibuka dengan berita yang kubaca di Detik tentang buku yang menyebutkan Pak Adam Malik salah satu mantan Wapres Indonesia adalah pejabat tertinggi Indonesia yang pernah direkrut oleh CIA.
Kabarnya menurut dokumen CIA sebagai dasar tulisan buku salah seorang wartawan The New York Times kejadian itu ketika jaman Presiden Sukarno menjabat, dan Pak Adam Malik menjadi dubes di Moskow.

Tentu saja banyak yang menyangsikannya, karena melihat bagaimana perjuangan Pak Adam Malik ketika itu. Mungkinkah beliau mau menggadaikan harga dirinya dan bangsanya hanya demi 10.000 USD ?
Terlalu sedikit sih 10.000 USD kalau dibandingkan dengan harga diri bangsa Indonesia.
Uang segitu bukan masuk kantong Pak Adam Malik sepertinya, karena dalam buku tersebut Pak Adam Malik menerima “bantuan” 10.000 USD untuk pemberantasan Gestapu PKI.
Untuk mementahkan apa yang tertulis pada dokumen dan buku itu memang sebaiknya dimunculkan dokumen-dokumen lain sebagai pembanding.

Kembali aku berpikir, kenapa ya dari jaman dulu sampai sekarang US tetap ikut campur dalam urusan negara kita. Serasa ingin mengukuhkan dengan pongahnya menjadi raja di antara negara dan bangsa-bangsa di seluruh muka bumi.
Bahkan ketika US terpuruk seperti saat ini juga masih membuat repot negara-negara lain (rupiah nyungsep, ekspor dari Indonesia mandek, urusan migas, dll)
Pengen boikot tapi susah ya… ga munafik produk-produk US banyak yang kita gunakan juga. Tapi aku udah mengurangi ketergantungan produk US (kalo produk Eropa gpp? :D ) dan mengganti dengan produk dalam negeri.
Siapa lagi sih yang akan memajukan bangsa kita kalo bukan kita sendiri :)


Read in another language :   by Google Translate

See also:

4 Comments »

  1. avatar comment-top

    saya sempet shock juga seh dgr brt ini, bahkan ktny konon G30S PKI jg rekayasa dr CIA bener gak sih jenkk.. :-? ? hemm.. someday we’ll know

    biasalah politik adu domba, kemungkinan juga bisa cia kasih dana ke pki ama pemerintah Indonesia biar saling perang2 an :D kemungkinan selalu ada mba..
    Monday, 24 November 2008 at 22:04
    comment-bottom
  2. avatar comment-top

    Memang begitulah negara adikuasa itu. Inginnya selalu berkuasa dan inginnya negara lain tunduk kepadanya.

    suatu saat juga akan hancur kok pak.. ga ada yang abadi termasuk yg namanya kekuasaan :)
    Monday, 24 November 2008 at 22:06
    comment-bottom
  3. avatar comment-top

    ah yang bener…? Mudah2an setelah Obama memimpin, ada perubahan yang berarti buat Bangsa ini

    jangan terlalu berharap mas, daripada nanti kecewanya banget :)
    Monday, 24 November 2008 at 22:06
    comment-bottom
  4. avatar comment-top

    jadi gimana nih mbak…setuju gak sama sistem islam. ingat loh kita harus punya alternative.

    sejarah membuktikan sistem islam baru bisa di luluh lantakkan dalam jangka waktu yang sangat lama yaitu lebih dari 1300 tahun. sedangkan kapitalisme nyiptain bermacam2 tagedi dan belum belum dah menunjukkan gejala mo ambruk.

    ..dan suatu saat kapitalisme akan hancur :)
    Wednesday, 03 December 2008 at 08:39
    comment-bottom

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment