Print This Post Print This Post
MUI Legalkan Aborsi ?

MUI Legalkan Aborsi ?

Beberapa waktu lalu sempat dihebohkan dengan pernyataan MUI tentang haramnya merokok, yang sepengetahuanku dahulu merokok ini hukumnya makruh. Bisa dibilang merokok memang banyak kerugiannya bagi diri sendiri yang merokok maupun orang sekitarnya yang dengan tidak sengaja menghirup asap rokok, jika lebih banyak kerugiannya mendekati haram atau makruh tahrimi.
Mungkin tidak terlalu menimbulkan polemik jika rokok yang memang banyak merugikan kesehatan badan maupun kesehatan kantong dinyatakan haram.

Tetapi bagaimana jika MUI melegalkan aborsi ?

Memang ada syarat-syarat tertentu yang bisa melegalkan aborsi tetapi tetap akan menimbulkan polemik dan disalahgunakan oleh banyak orang di jaman yang serba tidak karuan ini.
Jika membaca sumber berita disini dan di Harian Kedaulatan Rakyat hari ini (25 Januari 2009)  bahwa kehamilan akibat korban perkosaan dan perzinahan pun dihalalkan untuk melakukan aborsi dengan ketentuan dibawah 5 minggu usia janinnya. Mungkin jika aborsi demi keselamatan nyawa manusia masih bisa ditolerir tetapi jika karena hal lainnya ?
Jika aborsi untuk hasil perzinahan dihalalkan meskipun dengan embel-embel maksimal 5 minggu berarti MUI pun akan menghalalkan perzinahan ? :D

Bagaimana tidak, jika dihalalkan seperti itu bukankah akan menggampangkan para pelaku perzinahan untuk berbuat dan berbuat lagi, toh jika hamil “halal” kok untuk diaborsi asal belum sampai 5 minggu usia janin.
Sebaiknya MUI lebih berhati-hati lagi dalam menentukan hukum halal haram karena bisa terjadi polemik dan kerancuan dalam masyarakat.


Read in another language :   by Google Translate

See also:

19 Comments »

  1. avatar comment-top

    emanng MUI isinya orang bingung dan ga jelas asal usulnya…

    comment-bottom
  2. avatar comment-top

    Sebenernya yg suka bikin kacau itu implementasinya bagaimana di lapangan. Btw, salah satu blunder MUI menurut saya adalah fatwa haram golput.

    Mudah2an soal aborsi ini jangan sampe salah langkah.

    Golput kan juga hak seseorang sih kalau memang tidak ada yang merasa pantas untuk dipilih, kenapa ya MUI sampai mencampuri kesitu huhuhu…
    Thursday, 29 January 2009 11:30:43
    comment-bottom
  3. avatar comment-top

    ck ck ck
    *geleng-geleng kepala*

    comment-bottom
  4. avatar comment-top

    Waduh ko jadi ruet gitu ya? Kalo mengharamkan roko, Ok lah, Golput.. rada aneh, dan aborsi?? mungkin mereka punya pertimbangan khusus dari hukum-hukum Islam kali ya?
    Tau ah.. Pusing..!!

    Aneh aja sih lama2 hukum adalah MUI ya :(
    Thursday, 29 January 2009 11:35:05
    comment-bottom
  5. avatar comment-top

    Hi friend.. nice cool post… do visit mine…

    comment-bottom
  6. avatar comment-top

    wah keputusannya bisa bikin gawat nih… kayaknya aturannya blom kuat buat ambil keputusan kayak gitu.. (doh)

    comment-bottom
  7. avatar comment-top

    Walaupun hasil dari perzinahan maupun perkosaan, tapi janin itu kan juga punya hak untuk hidup.

    betul banget Pak ! :D
    Thursday, 29 January 2009 11:37:46
    comment-bottom
  8. avatar comment-top

    Abu mendukung MUI…
    Secara kajian Fiqh dan Muamalah Abu merasa itu wajar…

    Menjadi komisi Fatwa memang berat…

    comment-bottom
  9. avatar comment-top

    Wakakakakak… apa pula ini? Di sini aborsi legal sebelum 12 minggu kehamilan (kalo ngak salah). Tapi praktek ini bisa dihitung jarang, karena perempuan mempunyai hak memiliki anak diluar pernikahan, sistem pendidikan yang fleksible (anak perempuan hamil masih bisa sekolah atau sekolah di rumah. kebanyakan mereka pergi ke sekolah) dan perawatan kesehatan selama hamil dan anak 3th gratis, selain itu pemerintah memberi santunan yang cukup banyak bagi ibu single parent maupun ortu baru (santunan anak bayi bawah 3th sejak hamil 5bulan, prime melahirkan,…)

    Selain itu di sekolah menengah telah disediakan alat kontrasepsi gratis: kondom, pil KB, spiral,… jadi jika tak mau hamil (membesarkan anak), lebih baik pakai alat kontrasepsi.

    comment-bottom
  10. avatar comment-top

    iya jg sih mba, mereka malah memanfaatkan dgn sebaik baiknya. perzinahan malah semakin meraja rela

    comment-bottom
  11. avatar comment-top

    Mari bersama-sama mengajukan Judicial Review….

    comment-bottom
  12. avatar comment-top

    kayaknya masih dalam polemik Mba. Belum diputuskan. Apa aku yang telmi yaaahhhh?

    comment-bottom
  13. avatar comment-top

    MUI…MUI..dan MUI lagi. Kewenangannya melebihi nabi. Atau mungkin sedang belajar menjadi nabi. Ah..sudahlah…!!! Ga usah diikuti juga ga masalah. Toh, dia bukan lembaga fatwa di bawah pemeintah. Masih banyak ulama yang lebih alim yang ga serampangan menetapkan hukum sesuatu. Masih banyak kiai yang lebih mengedepankan dakwah bil hal dan penyadaran daripada sekedar halal-haram, surga-neraka.

    comment-bottom
  14. avatar comment-top

    Mari kita tanyakan kejelasannya dan mari kita tunggu hasilnya! :D

    comment-bottom
  15. avatar comment-top

    MasyaAllah, kenapa cap halal ma haram dkasinya kek stempel biasa gitu yah, dunia benar2 menjadi aneh tampaknya, sungguh..hiks

    comment-bottom
  16. avatar comment-top

    wah.. bingung euy, musti mihak yang mana..

    comment-bottom
  17. avatar comment-top

    Sama gue juga bingung nih. MUI itu maunya menang sendiri.

    comment-bottom
  18. avatar comment-top

    kalau menurut bacaan saya. FIQIH KEDOKTERAN..
    ada pendapat HALAL dan ada pendapat HARAM..
    (dilhat hadist dan pendapat ulama)
    pendapat tersbut berselisih paham tentang umur janin..
    ada yang mengatakan sebelum meniupkan roh sekitar 3-4 bulan itu halal aborsi, ada yang mengatakan haram, ada yang mengatakan bila lewat pembentukan janin segumpal daging itu haram..
    saya mengira apabila ibu mengunggurkan kandungan nya itu tidak apa sebelum ruh ditiupkan ke dalam janinya.. tetapi bila wanita yang diperkosa, wanita bezina itu hadist, para ulama sependapat itu HARAM..
    jadi MUI harus mengatakan secara detail dan jangan mengambil headline saja ABORSI HALAL??

    comment-bottom
  19. avatar comment-top

    Astagfirullah, kalo aborsi di halalkan karena telah berzina, berarti MUI menghalalkan adanya perzinahan. sudah dosa, semakin dosa…

    comment-bottom

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment