<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: MUI Legalkan Aborsi ?</title>
	<atom:link href="http://www.sukma.web.id/my-daily/mui-legalkan-aborsi.htm/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sukma.web.id/my-daily/mui-legalkan-aborsi.htm</link>
	<description>This is My Journey</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jul 2010 13:42:08 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
	<item>
		<title>By: eziet</title>
		<link>http://www.sukma.web.id/my-daily/mui-legalkan-aborsi.htm/comment-page-1#comment-4762</link>
		<dc:creator>eziet</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2009 18:57:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sukma.web.id/?p=783#comment-4762</guid>
		<description>Astagfirullah, kalo aborsi di halalkan karena telah berzina, berarti MUI menghalalkan adanya perzinahan. sudah dosa, semakin dosa...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Astagfirullah, kalo aborsi di halalkan karena telah berzina, berarti MUI menghalalkan adanya perzinahan. sudah dosa, semakin dosa&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Suci sy</title>
		<link>http://www.sukma.web.id/my-daily/mui-legalkan-aborsi.htm/comment-page-1#comment-1365</link>
		<dc:creator>Suci sy</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2009 10:51:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sukma.web.id/?p=783#comment-1365</guid>
		<description>kalau menurut bacaan saya. FIQIH KEDOKTERAN..
ada pendapat HALAL dan ada pendapat HARAM..
(dilhat hadist dan pendapat ulama)
pendapat tersbut berselisih paham tentang umur janin..
ada yang mengatakan sebelum meniupkan roh sekitar 3-4 bulan itu halal aborsi, ada yang mengatakan haram, ada yang mengatakan bila lewat pembentukan janin segumpal daging itu haram..
saya mengira apabila ibu mengunggurkan kandungan nya itu tidak apa sebelum ruh ditiupkan ke dalam janinya.. tetapi bila wanita yang diperkosa, wanita bezina itu hadist, para ulama sependapat itu HARAM..
jadi MUI harus mengatakan secara detail dan jangan mengambil headline saja ABORSI HALAL??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalau menurut bacaan saya. FIQIH KEDOKTERAN..<br />
ada pendapat HALAL dan ada pendapat HARAM..<br />
(dilhat hadist dan pendapat ulama)<br />
pendapat tersbut berselisih paham tentang umur janin..<br />
ada yang mengatakan sebelum meniupkan roh sekitar 3-4 bulan itu halal aborsi, ada yang mengatakan haram, ada yang mengatakan bila lewat pembentukan janin segumpal daging itu haram..<br />
saya mengira apabila ibu mengunggurkan kandungan nya itu tidak apa sebelum ruh ditiupkan ke dalam janinya.. tetapi bila wanita yang diperkosa, wanita bezina itu hadist, para ulama sependapat itu HARAM..<br />
jadi MUI harus mengatakan secara detail dan jangan mengambil headline saja ABORSI HALAL??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ngurah</title>
		<link>http://www.sukma.web.id/my-daily/mui-legalkan-aborsi.htm/comment-page-1#comment-960</link>
		<dc:creator>ngurah</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 02:51:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sukma.web.id/?p=783#comment-960</guid>
		<description>Sama gue juga bingung nih. MUI itu maunya menang sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sama gue juga bingung nih. MUI itu maunya menang sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mriza</title>
		<link>http://www.sukma.web.id/my-daily/mui-legalkan-aborsi.htm/comment-page-1#comment-936</link>
		<dc:creator>mriza</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 03:42:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sukma.web.id/?p=783#comment-936</guid>
		<description>wah.. bingung euy, musti mihak yang mana..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah.. bingung euy, musti mihak yang mana..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wen</title>
		<link>http://www.sukma.web.id/my-daily/mui-legalkan-aborsi.htm/comment-page-1#comment-934</link>
		<dc:creator>wen</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2009 11:40:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sukma.web.id/?p=783#comment-934</guid>
		<description>MasyaAllah, kenapa cap halal ma haram dkasinya kek stempel biasa gitu yah, dunia benar2 menjadi aneh tampaknya, sungguh..hiks</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>MasyaAllah, kenapa cap halal ma haram dkasinya kek stempel biasa gitu yah, dunia benar2 menjadi aneh tampaknya, sungguh..hiks</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: jiyofine</title>
		<link>http://www.sukma.web.id/my-daily/mui-legalkan-aborsi.htm/comment-page-1#comment-933</link>
		<dc:creator>jiyofine</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2009 05:37:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sukma.web.id/?p=783#comment-933</guid>
		<description>Mari kita tanyakan kejelasannya dan mari kita tunggu hasilnya! :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mari kita tanyakan kejelasannya dan mari kita tunggu hasilnya! <img src='http://www.sukma.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ullyanov</title>
		<link>http://www.sukma.web.id/my-daily/mui-legalkan-aborsi.htm/comment-page-1#comment-931</link>
		<dc:creator>Ullyanov</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 16:25:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sukma.web.id/?p=783#comment-931</guid>
		<description>MUI...MUI..dan MUI lagi. Kewenangannya melebihi nabi. Atau mungkin sedang belajar menjadi nabi. Ah..sudahlah...!!! Ga usah diikuti juga ga masalah. Toh, dia bukan lembaga fatwa di bawah pemeintah. Masih banyak ulama yang lebih alim yang ga serampangan menetapkan hukum sesuatu. Masih banyak kiai yang lebih mengedepankan dakwah bil hal dan penyadaran daripada sekedar halal-haram, surga-neraka.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>MUI&#8230;MUI..dan MUI lagi. Kewenangannya melebihi nabi. Atau mungkin sedang belajar menjadi nabi. Ah..sudahlah&#8230;!!! Ga usah diikuti juga ga masalah. Toh, dia bukan lembaga fatwa di bawah pemeintah. Masih banyak ulama yang lebih alim yang ga serampangan menetapkan hukum sesuatu. Masih banyak kiai yang lebih mengedepankan dakwah bil hal dan penyadaran daripada sekedar halal-haram, surga-neraka.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
