Print This Post Print This Post
Secuil Rasa

Secuil Rasa

Rasa capek tentu ada tapi nyaris tidak kurasakan, rasa jengkel ada tapi sutralah…
Setidaknya 1 anak tangga kunaiki lagi, uhm.. masih jauh sampai ke istana impian, tapi siapa peduli ?

Teman baikku mengatakan kepada seseorang bahwa aku membencinya, padahal orang yang diajak berbicara tau persis aku hanya mengatakan tentang kebaikan temanku itu dan pertemanan kami yang menyenangkan (dulu…) Senjata makan tuan ? menjelekkan orang lain tapi ternyata terbukti dia yang menjelekkanku? :)
Psstt…aku percaya kamu dasarnya baik kok, waktu yang akan berbicara siapa yang busuk, buka matamu Neng…

Aku merasa tidak pernah merebut siapapun, menghasut siapapun, semua berjalan terjadi begitu saja aku dipinang, dia ingin kubimbing.
Aku tidak merasa jadi biang kerok, ataupun musang berbulu domba sesuai hasutan bak penyihir jahat di negeri dongeng. I am human, beauty queen bukan musang :P
Kupikir hanya penyihir jahat yang bisa berubah menjadi musang, bukan manusia. Penyihir jahat yang memang suka menghasut.
Pssttt…ada postingan tentang penyihir jahat di blog ini juga beberapa bulan yang lalu.

Twice, penyihir beraksi lagi :)
Aku tak peduli.
I promise, kalo keterlaluan biar hukum yang bicara.


Read in another language :   by Google Translate

See also:

5 Comments »

  1. avatar comment-top

    wah sepertinya sekarang banyak teman yg berpura2 jadi “teman baik” yah. memang ga gampang cari teman yg tulus sama kita.

    penyihir jahat ga pernah jadi teman baikku makanya dia *ngompor* temanku huh
    Sunday, 29 March 2009 20:40:58
    comment-bottom
  2. avatar comment-top

    maksudnya di khianatin ya ?

    bukan, temanku salah paham gara2 disihir ama penyihir jahat
    Sunday, 29 March 2009 20:40:10
    comment-bottom
  3. avatar comment-top

    persis dengan apa yang saya alami beberapa waktu lalu. ibarat saya sudah memperayakan hidup saya kepadanya, dan dia berkata bahwa dia bakal menjaga kepercayaan saya padanya, nyatanya dia membocorkan rahasia saya kepada orang yang paling saya inginkan untuk tidak mengetahuinya.

    duhai diajeng, ketika kita mempercayai seseorang, ibaratnya kita memberikan dia pisau, dan membiarkannya berjalan di belakang kita. dia punya peluang mutlak untuk menusuk kita dari belakang…

    sayangnya aku ga akan membiarkan orang menusuk dari belakang… udah keliatan jahatnya ya enaknya hajar balik aja *lho* :D
    Sunday, 29 March 2009 20:38:38
    comment-bottom
  4. avatar comment-top

    curhat karena pengkianatan ya?

    bukan mas… cerita tentang penyihir jilid 2 :D
    Sunday, 29 March 2009 20:36:54
    comment-bottom
  5. avatar comment-top

    sampe segitunya :(
    sabar mba, sabar …
    orang sabar dikasihi tuhan
    (* tapi di injek temen sendiri *)

    temennya sebenarnya baik cuma lg disihir ama penyihir jahat :P
    Sunday, 29 March 2009 20:35:52
    comment-bottom

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment