Print This Post Print This Post
That’s what friends are for

That’s what friends are for

And I
Never thought I’d feel this way
And as far as I’m concerned I’m glad I got the chance to say
That I do believe I love you

And if I should ever go away
Well then close your eyes and try to feel the way we do today
And than if you can’t remember…..

Keep smilin’
Keep shinin’

Knowin’ you can always count on me for sure
that’s what friends are for

For Good Times And bad times
I’ll be on your side forever more
That’s what friends are for

Well you came in lovin’ me
And now there’s so much more I see
And so by the way I thank you….

Ohhh and then
For the times when we’re apart
Well just close your eyes and know
These words are comming from my heart
And then if you can’t remember….

Maraknya facebook akhir-akhir ini membuat aku menemukan teman-teman lamaku, baik kenal waktu SD, SMP, SMA. Kenapa baru sekarang ya… padahal aku sudah memiliki facebook sejak 1,5 tahun yang lalu. Memang sih aku tidak berusaha mencari, termasuk orang yang malas add facebook orang kecuali memang akhir-akhir ini berinteraksi dengan mereka. Aku merupakan orang yang pasif menerima orang yang add facebook ku. Tetapi ada beberapa yang sampai sekarang tidak aku approve maupun reject, pertimbangan di approve ntar rese… di reject ntar ngamuk. Banyak pertimbangan yang membuatku melakukan itu. Prosentase laki-laki mendominasi pemilik facebook yang menginginkan menjadi “teman” ku.
Sebelumnya aku memang tidak terlalu masalah dengan hal ini, tetapi kok lama-lama mengganggu juga. Banyak yang pm “memaksa” aku harus menjawab obrolan mereka walaupun di saat aku sedang sibuk.
Memang sih facebook selalu terbuka di browserku, dan mode chat pun on, ini untuk memudahkan teman-teman lamaku maupun yang tidak punya YM bisa chat denganku.
Tapi apa yang terjadi… dari abg yang usianya jauh dibawahku hingga laki-laki beristri berulangkali berusaha mengajakku ngobrol “tidak penting” bahkan beberapa agak kurang sopan.

Bukan menutup diri untuk menambah kenalan baru berjenis kelamin laki-laki, toh teman-temanku banyak laki-laki juga… cuma sepertinya etika berkenalan mereka kurang mengerti bagaimana yang sopan.
Memang tidak semua begitu sih… tapi sebagian itu sudah jumlah yang menyebalkan :D
Wajahku yang terlihat lebih muda dari usiaku pun “agak” mempersulit, mereka mengira aku young girl.
Hey.. I’m not a girl, I am 33 years old !!!

Rasa kesal memuncak ketika aku sedang benar-benar sibuk, dan ada “teman” FB yang tidak kukenal (lho…) *yang jelas pasti laki-laki* menyapa dan mengetik berbaris-baris di window chat, berakhir kemarahan “kok ga dibalas sih !!!”
Bukan bermaksud sombong atau apa… tapi memang saat itu aku sibuk melakukan hal lain.
Apalagi tidak terlalu penting, contohnya beberapa waktu lalu aku “dipaksa” mengaku aku etnis sunda
Dengan enaknya “ngeyel” aku pasti orang sunda karena cantik !!!
Padahal aku sudah bilang aku orang Jawa asli… ih rasis amat yaaa padahal aku liat di profil dia seorang guru (ntah guru apa)
Wanita Jawa juga cantik dong enak aja dibilang kalo cantik pasti orang sunda… hmppffhh

Dan sebenarnya aku paling malas dengan orang yang mau berteman dengan syarat. Berteman karena si A kaya, karena si B cantik, si C punya kedudukan… semacam itulah.
Kupikir memang mungkin lebih baik mengganti photo profil menjadi photo kucing seperti dulu, tidak banyak gangguan :)

Kembali ke masalah menemukan teman lama, lebih tepatnya mereka yang menemukanku. Bahkan Denny yang bisa dibilang sahabatku waktu SMP menemukanku :D
Sebenarnya sih aku sudah tau ada facebook dia dari friendlist temanku yang lain (kenal dari SD…temen sekolahnya teman les nari ku, trus jadi satu SMP) tapi aku tidak melakukan apapun hihihi…
Akhirnya Denny ini yang nyamperin add facebook ku.

Akhirnya sih berkirim pesan masuk inbox menanyakan kabar keluarga masing-masing. Aku cukup dekat dengan keluarganya dulu jadi hapal banget nama kakak-kakaknya, keponakannya waktu bayi… eh sekarang sudah abg :D
Tapi waktu memang merubah segalanya. Walaupun kami masih saling ingat karena memang persahabatan kami cukup akrab. Sampai dulu acara ultah seorang teman kami memakai baju yang sama cuma beda warna saja, aku merah dan Denny kuning (tapi asli sama persis modelnya dan janjian lagi makenya !!!  :D )
Kami sama-sama menyukai kaos kaki bergambar yang girly. English course yang sama juga… banyak yang sama-sama pokoknya :)
Waktu merubah kondisi juga… kami tidak bisa seakrab dulu, mungkin masih canggung ya…
Padahal tidak banyak teman wanita yang akrab denganku, periode SD ada 1 dan sepertinya belum ada di facebook, SMP Denny yang paling dekat, SMA sepertinya belum ketemu walaupun sudah ada beberapa teman SMA yang add FB ku (lagi-lagi mereka yang menemukanku :D ), kuliah… juga belum ketemu sepertinya kalau yang teman dekat kuliah ini tidak melek teknologi jadi tidak terlalu berharap bisa bertemu di dunia maya :D

Jadi ingat teman dekat gara-gara mendengarkan lagu that’s what friends are for…
Sulit mencari teman sejati jaman sekarang.
Beberapa waktu lalu aku merasa dekat dengan seseorang. Sungguh heboh buatku bisa berteman akrab dengan wanita, melihat akhir-akhir ini aku lebih banyak teman laki-laki. Aku pun pemilih dalam menentukan teman wanita yang bisa cocok.
Sayangnya akhir-akhir ini rasanya sirna. Ntah kenapa kondisinya jadi begini, bahkan bertemu pun canggung, jarang komunikasi juga.
Ada sesuatu kah ? Atau memang kami sama-sama memiliki kesibukan.
Rasanya aneh… jika dulu aku tidak tampak sehari pasti ada sms darinya :)
I miss U Neng…

*sambil terharu dengerin lagu that’s what friends are for teringat cerita persahabatan dari masa ke masa…*


Read in another language :   by Google Translate

See also:

7 Comments »

  1. avatar comment-top

    betul..
    betapa sulitnya mencari teman, atau persisnya, sahabat di masa sekarang ini.

    aku sendiri udah jarang kontak2 sm tmn2 sma, smp, apalagi SD.
    miss them al…

    salam kenal, yah…

    comment-bottom
  2. avatar comment-top

    ya…ya.. i miss u too mom…

    hi..hi….

    sapa tuh mom ?
    Wednesday, 18 February 2009 21:15:37
    comment-bottom
  3. avatar comment-top

    persahabatan bagai kepompong mbak

    itu kan lagu :D
    Wednesday, 18 February 2009 21:14:59
    comment-bottom
  4. avatar comment-top

    Iya tuch emang cari sahabat sejati itu sulit . Rasanya pingin balik SMA aja….

    masing masing punya kenangan sendiri ya terhadap masa tertentu :D
    Wednesday, 18 February 2009 21:07:02
    comment-bottom
  5. avatar comment-top

    teman bisa segambreng, tapi yang namanya sahabat memang mesti ada percik2 yang sama dan klik..itulah kenapa tak semua orang bisa kita panggil sahabat.

    eh eh..tapi yang namanya sahabat juga gak mesti kemana-mana bareng. Kita boleh punya segabrek aktivitas berbeda, tapi sahabat adalah orang yang mencoba ada dalam ketiadaan, mendukung dan menerima kita apa adanya…

    indahnya persahabatan…

    tapi aku lom nemu untuk saat dewasa ini :D
    Wednesday, 18 February 2009 21:04:20
    comment-bottom
  6. avatar comment-top

    ngomongin facebook jadi inget tadi ada workshop membuat facebook dengan membayar 25 rebu *ngakak poll* ada² aja

    pedahal disana ada plang workshop blogger yg notaben gratis :D

    comment-bottom
  7. avatar comment-top

    Bukannya kita memilih-milah persahabtan, tp trkadang dlm prsahabatanpun di butuhkan kebijaksanaan.

    comment-bottom

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment